Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan optimisme terkait program 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan akan berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di pedesaan. Dalam sebuah jumpa pers di Jakarta, Budi Arie menjelaskan bahwa operasional Kopdes Merah Putih akan membutuhkan beragam sumber daya manusia, seperti pengelola, pengawas koperasi, hingga tenaga pendukung seperti sopir truk untuk logistik.
Menurut Budi Arie, program ini berpotensi menciptakan antara satu hingga dua juta lapangan kerja baru di berbagai sektor, dengan contoh kasus bahwa satu koperasi mungkin memerlukan dua sopir truk, sehingga perlu 160 ribu sopir truk untuk 80 ribu koperasi yang direncanakan. Pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia dengan peluncuran yang direncanakan pada 12 Juli 2025 dengan anggaran sekitar Rp400 triliun.
Proses pembentukan Kopdes Merah Putih akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pembentukan akta koperasi yang akan diverifikasi oleh Kemenkop dan pelatihan pengawas serta pengelola koperasi. Selain memberikan lapangan kerja baru, setiap Koperasi Desa Merah Putih berpotensi meraih keuntungan hingga Rp1 miliar per tahun. Namun, Budi Arie menegaskan bahwa kesuksesan koperasi sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia.
Untuk mendukung kompetensi pengelola koperasi, Kementerian Koperasi berkomitmen untuk meningkatkan melalui serangkaian program seperti pelatihan, pendampingan, sertifikasi, supervisi, hingga penyediaan asisten bisnis. Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan di pedesaan.








