Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengharapkan anggaran APBD Jakarta sebesar Rp91,34 triliun tahun ini dapat digunakan untuk penanganan sampah. AHY menyoroti fakta bahwa Jakarta memproduksi lebih dari 7.000 ton sampah setiap harinya, dan menekankan pentingnya transformasi energi melalui inovasi. Dengan anggaran yang besar, AHY mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengalokasikan dana yang cukup untuk solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Melalui pendekatan inovatif dan modern, AHY menyatakan pentingnya kerja sama lintas kementerian untuk proyek pengelolaan sampah, dengan penekanan pada penerapan Waste-to-Energy (WTE) sebagai bagian dari agenda pembangunan Jakarta yang berkelanjutan. AHY juga menegaskan bahwa pembangunan Jakarta harus berkelanjutan secara ekologis dan sosial. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginisiasi berbagai langkah, termasuk penyusunan peta jalan pengelolaan sampah untuk periode 2025-2026 dengan target pengelolaan sampah mencapai 100 persen pada tahun 2026. Langkah ini didasari oleh upaya meningkatkan ekonomi sirkular, mengurangi sampah plastik, dan mendorong kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kawasan dan pasar.
Harapan AHY Terhadap Pengelolaan Sampah di DKI: Solusi Permasalahan
RELATED ARTICLES








