Monday, May 11, 2026
HomeBursaBitcoin Sentuh Rp1,56 Miliar: Indodax dan Kepercayaan Publik

Bitcoin Sentuh Rp1,56 Miliar: Indodax dan Kepercayaan Publik

Harga Bitcoin kembali menguat di pekan ini dengan mencapai angka 93.000 dolar AS atau sekitar Rp1,56 miliar, menandai ketidakpastian makroekonomi global. Menurut CEO Indodax, Oscar Darmawan, lonjakan harga Bitcoin merupakan hasil dari adopsi jangka panjang dan kepercayaan publik yang semakin besar terhadap aset digital ini. Darmawan menyatakan bahwa Bitcoin sedang memperoleh validasi ulang sebagai aset safe haven, menunjukkan ketahanan saat gejolak inflasi, geopolitik, dan ketidakpastian suku bunga melanda dunia. Lonjakan harga Bitcoin kali ini dikatakan tidak hanya dipicu oleh spekulasi ritel, tetapi juga oleh investor besar dan institusi, menandakan bahwa adopsi Bitcoin telah memasuki fase kedewasaan baru.

Tidak hanya Bitcoin, Altcoin juga menunjukkan tren positif meskipun tidak sekuat Bitcoin. Ethereum naik 13 persen dalam seminggu terakhir menjadi sekitar 1.790 dolar AS, Solana melonjak 4,2 persen di angka sekitar 151 dolar AS, sementara Polygon naik hingga 10 persen di sekitar 4,08 dolar AS. Meskipun demikian, Oscar menyarankan agar investor ritel di Indonesia tidak terburu-buru mengambil keuntungan jangka pendek dari lonjakan harga ini. Ia memotivasi masyarakat untuk membangun strategi investasi jangka panjang yang memiliki kesabaran dan kepercayaan pada fundamental Bitcoin.

Sejarah menunjukkan bahwa keberhasilan ada pada mereka yang sabar dan tidak mudah tergoda untuk melakukan panic selling saat harga naik. Proyeksi jangka panjang Bitcoin juga menjanjikan, dengan Standard Chartered memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai 200.000 dolar AS pada akhir 2025, sementara Robert Kiyosaki memperkirakan harga BTC bisa melampaui 350.000 dolar AS pada tahun yang sama. Hal ini menandakan optimisme masa depan aset kripto di Indonesia, terlihat dari peningkatan volume transaksi di Indodax yang menunjukkan minat yang terus tumbuh.

Oscar menggarisbawahi bahwa investor pemula tidak perlu menunggu “harga koreksi” untuk mulai berinvestasi dalam pasar kripto. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu mereka mulai berinvestasi secara konsisten tanpa perlu mengira-ngira puncak atau dasar harga. Dengan masyarakat semakin memahami pentingnya aset digital dalam portofolio investasi mereka, adopsi aset digital tidak hanya menjadi tren luar negeri, tetapi juga berkembang pesat di dalam negeri.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer