Persaingan di sektor perbankan selalu ada, namun kondisinya kini membaik dalam kuartal pertama tahun 2025. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa likuiditas perbankan telah mengalami peningkatan. Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya menjelaskan bahwa sejumlah bank mulai menaikkan suku bunga deposito di atas tingkat bunga penjaminan LPS.
Tingkat persaingan untuk mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) terbilang tinggi, namun situasinya membaik seiring dengan penurunan suku bunga deposito dan peningkatan likuiditas perbankan sejak awal tahun 2025. Data LPS mencatat bahwa rata-rata suku bunga yang dihimpun bank masih berada di atas 4,25 persen, namun telah turun di bawah tingkat bunga penjaminan LPS. Artinya, kondisi likuiditas perbankan telah membaik.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, juga menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Permodalan sektor ini terbilang kuat, dengan tingkat permodalan perbankan pada Maret 2025 mencapai 25,43 persen. Likuiditas perbankan juga tercatat memadai, dengan rasio AL/NCD dan AL/DPK jauh di atas threshold yang telah ditetapkan.
Dengan kondisi ini, sektor perbankan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif pada awal tahun 2025. Hal ini memberikan keyakinan bagi pelaku usaha dan masyarakat terkait stabilitas serta pertumbuhan sektor keuangan di tanah air.








