Dokter Forensik RS Polri, Arfiani Ika Kusumawati, mengungkapkan adanya luka terbuka pada kepala dan memar-memar di beberapa anggota tubuh mahasiswa UKI Kenzha Erza Walewangko (22). Hal ini ditemukan setelah pemeriksaan luar di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada 5 Maret 2025. Menurut Arfiani, luka-luka tersebut bersifat akibat kekerasan tumpul, termasuk luka terbuka pada kepala disertai resapan darah pada kulit kepala bagian dalam. Meskipun ditemukan tanda-tanda luka memar dan lebam, tidak terdapat patah tulang di tubuh Kenzha.
Selain itu, RS Polri juga melakukan pemeriksaan histopatologi pada jaringan di seluruh tubuh Kenzha dan tidak menemukan kelainan atau penyakit yang berpotensi menyebabkan kematian. Meskipun luka-luka yang ditemukan tidak bersifat mematikan secara langsung. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa luka di kepala dan memar di tubuh Kenzha tidak berkaitan dengan unsur pidana setelah klarifikasi dari adegan pra rekonstruksi dan keterangan saksi.
Beberapa saksi, mulai dari mahasiswa hingga sekuriti kampus, menjelaskan bahwa Kenzha terjatuh ke dalam selokan setelah menggoyangkan besi pagar dengan kedua tangannya. Meskipun korban tidak bisa berdiri lagi setelah jatuh, ia dibantu oleh dua orang sekuriti. Selain itu, Kenzha juga terjatuh sebelumnya di halaman payungan. hasil pemeriksaan di TKP menunjukkan adanya darah yang bercucuran di selokan, meskipun DNA dari darah tersebut tidak bisa terdeteksi karena telah bercampur dengan air hujan.
Kondisi Kenzha sebelum tewas di area kampus UKI masih menjadi misteri, namun para saksi telah memberikan keterangan yang dapat menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Meskipun begitu, kasus tewasnya mahasiswa UKI masih menjadi sorotan dan terus ditelusuri lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis tersebut.







