Tim pelatih Tangerang Hawks, Antonius Joko Endratmo, mengakui bahwa pada pertandingan melawan Pacific Caesar Surabaya, timnya tampil di bawah performa terbaik. Antonius menyatakan bahwa timnya terutama kurang agresif di sektor pertahanan, sehingga lawan mampu mencetak banyak poin dengan mudah. Dia juga mengakui bahwa rencana permainan di sektor pertahanan tidak berjalan sesuai harapan dan turnover yang tinggi menjadi peluang bagi lawan untuk unggul.
Antonius mengatakan bahwa timnya terlihat bermain di bawah tekanan, namun dia tetap optimistis untuk sisa musim IBL 2025 yang menyisakan sembilan pertandingan. Menatap laga terdekat melawan Satria Muda Pertamina Jakarta, Antonius menekankan pentingnya peningkatan performa tim dan kesiapan menghadapi lawan.
Antonius juga menyoroti pentingnya menjaga emosi di lapangan setelah terjadi insiden kecil antara pemain Pacific Caesar, Azzaryan Pradhitya, dengan pemain Hawks, Stephaun Branch. Dia telah mengingatkan seluruh pemain untuk tetap tenang demi kebaikan tim dan menghindari konflik yang dapat merugikan hasil pertandingan.
Pemain Hawks, Randika Aprilian, mengakui bahwa pertahanan timnya kurang solid dan sulit keluar dari tekanan lawan. Namun, dia optimis bahwa tim akan memperbaiki performa mereka ke depan agar hasilnya lebih memuaskan. Dengan fokus pada perbaikan, Tangerang Hawks siap untuk menghadapi tantangan terdepan di sisa musim IBL 2025.








