Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Fauzan, mengajak seluruh civitas akademika di Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) untuk memperkuat kolaborasi demi memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Menurut Fauzan, LPTNU memiliki potensi sebagai motor penggerak perubahan untuk mendorong Indonesia maju. Program Diktisaintek Berdampak yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) diharapkan dapat memperkuat fungsi sosial kampus dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemajuan masyarakat Indonesia. Fauzan menekankan pentingnya agar pendidikan tinggi responsif dan adaptif untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi. Dengan bergerak bersama melalui inisiatif seperti Diktisaintek Berdampak, Fauzan optimistis Indonesia dapat menjadi negara hebat. LPTNU didorong untuk membangun ekosistem antarkampus berbasis riset serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri untuk menjawab masalah lokal yang muncul.
Dalam menanggapi hal ini, Ketua LPTNU Jawa Timur, Junaidi Mistar, menekankan pentingnya kolaborasi untuk kemajuan perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Salah satu strategi yang diusulkan adalah dengan melibatkan kebijakan yang strategis dari Kemdiktisaintek untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Upaya seperti Diktisaintek Berdampak diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penyelesaian masalah bagi masyarakat. Kolaborasi antar berbagai pihak di dunia pendidikan diharapkan dapat menghasilkan terobosan dan inovasi untuk menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia.








