Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, mengkritik Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) karena keterbatasan akses siaran pertandingan internasional bagi para penggemar bulu tangkis. Fadil menyampaikan kekhawatirannya terkait sulitnya masyarakat, terutama di Indonesia, untuk menonton pertandingan bulu tangkis internasional secara gratis karena sebagian besar tayangan utama hanya tersedia di platform berbayar. Meskipun Indonesia berkomitmen untuk menyiarkan turnamen besar seperti Super 1000 Indonesia Open dan Super 500 Indonesia Masters secara free-to-air, namun terdapat kendala akses ketika ingin menonton pertandingan dari luar negeri. Fadil juga menyoroti pentingnya menjaga keterlibatan penggemar dalam olahraga bulu tangkis untuk mencegah penurunan minat dalam jangka panjang. Lebih lanjut, Fadil menyinggung mengenai padatnya kalender kompetisi yang dapat menyebabkan cedera atlet, sehingga perlu adanya tinjauan ulang terhadap rancangan jadwal pertandingan secara kolektif. Indonesia juga memperluas tawaran kerja sama dalam pengembangan bulu tangkis dunia melalui program latihan bersama, pertukaran pelatih, kolaborasi antarklub, serta menjaga relevansi olahraga bulu tangkis di mata generasi muda. Pada AGM BWF 2025, dilakukan pemilihan pengurus baru dengan Khunying Patama Leeswadtrakul terpilih sebagai calon tunggal Presiden BWF menggantikan Poul-Erik Høyer Larsen, sementara Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, kembali terpilih sebagai anggota dewan BWF. Sesuai informasi dari Antara News, Fadil juga meminta agar akses siaran pertandingan bulu tangkis harus diperluas secara gratis untuk para penggemar olahraga bulu tangkis.
PBSI Minta BWF Perluas Akses Siaran Gratis Demi Pencinta Bulu Tangkis
RELATED ARTICLES








