Thursday, May 21, 2026
HomeBisnisSkema TKDN Fleksibel: Dukungan Investasi bagi Industri Lokal

Skema TKDN Fleksibel: Dukungan Investasi bagi Industri Lokal

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mendorong pemerintah untuk menerapkan strategi baru yang lebih seimbang dalam kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini bertujuan untuk tetap menarik bagi investor asing tanpa mengorbankan kemandirian industri nasional. Menurut Yannes, kunci utamanya adalah menerapkan skema fleksibilitas TKDN berbasis target progresif, seperti 20 persen di tahun ke-3 dan 40 persen di tahun ke-7. Dengan imbal balik insentif fiskal seperti tax holiday, pemotongan PPh, dan subsidi energi, ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada investor asing sambil menjaga arah industrialisasi jangka panjang Indonesia.

Selain itu, Yannes juga menekankan pentingnya menjalin kemitraan dengan UMKM lokal sebagai syarat insentif. Langkah ini diperlukan untuk mendorong transfer teknologi dan memperkuat rantai pasok dalam negeri. Tidak hanya itu, pemerintah juga diharapkan untuk membangun klaster industri berbasis teknologi dengan fasilitas riset dan pengembangan (R&D), serta memperluas program vokasi untuk menyiapkan SDM lokal menghadapi era industri otomotif dan elektronik masa depan. Sebagai langkah proteksi domestik, Yannes mendorong penerapan tarif impor tinggi untuk produk jadi serta prioritas pengadaan pemerintah untuk produk dengan kandungan TKDN tinggi.

Yannes juga menyarankan agar kebijakan “supertax deduction” dari Kementerian Keuangan segera dioperasionalkan untuk meningkatkan kapabilitas riset di perguruan tinggi. Selain itu, ia juga mengusulkan skema “impor untuk ekspor” agar investor masih dapat mengakses komponen strategis tanpa menghambat ekspansi global. Dengan strategi yang solid, Indonesia diharapkan dapat menarik investasi asing dan sekaligus memperkuat fondasi industri nasional secara berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto telah menginginkan revisi aturan TKDN agar lebih fleksibel dan menarik bagi investor asing. Ia menilai bahwa regulasi terkait TKDN saat ini terlalu kaku dan menghambat perkembangan, terutama di sektor otomotif dan elektronik. Evaluasi tahunan oleh badan independen juga dianggap penting oleh Yannes untuk memastikan keberhasilan kebijakan ini dalam mendorong investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekosistem industri nasional.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer