Saturday, January 17, 2026
HomeFinansialPeran Bank dalam Indeks Literasi dan Inklusi: Tidak Terbantahkan!

Peran Bank dalam Indeks Literasi dan Inklusi: Tidak Terbantahkan!

Tingkat literasi dan inklusi keuangan masih ditopang oleh sektor perbankan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 memperlihatkan bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan dari sektor jasa keuangan (SJK) tertinggi dipegang oleh sektor perbankan, mencapai 65,50 persen dan 70,65 persen. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa masyarakat kita kebanyakan sudah terbiasa menggunakan rekening bank. Data juga menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, dengan literasi sebesar 64,05 persen dan inklusi sebesar 68,88 persen pada tahun 2024.

Namun, sektor lembaga keuangan mikro meraih indeks literasi dan inklusi keuangan terendah, dengan masing-masing sebesar 9,80 persen dan 1,20 persen. Lain halnya dengan sektor pergadaian yang menduduki posisi kedua tertinggi dalam indeks literasi, namun hanya mencatatkan 8,23 persen dalam inklusi keuangan. Sementara sektor lainnya seperti lembaga pembiayaan, perasuransian, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya, memiliki indeks literasi masing-masing 46,66 persen, 45,45 persen, dan 42,77 persen.

Adapun indeks literasi keuangan pada sektor dana pensiun, fintech lending, dan pasar modal menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni 27,79 persen, 24,90 persen, dan 17,78 persen. Dari sisi inklusi keuangan, sektor perasuransian, LJK lainnya, dan lembaga pembiayaan juga mencatatkan indeks yang berbeda, masing-masing 28,50 persen, 14,71 persen, dan 12,38 persen. OJK memberikan penekanan pada hasil survei ini sebagai upaya untuk merumuskan kebijakan, strategi, produk, dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut SNLIK 2025, terdapat segmen masyarakat dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan rendah, antara lain dari segi gender perempuan, tempat tinggal di perdesaan, dan rentang usia 15-17 tahun serta 51-79 tahun. Kelompok lainnya termasuk mereka dengan pendidikan rendah dan pekerjaan yang berbeda. OJK berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok-kelompok ini sesuai dengan Peta Jalan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen (2023-2027).

Artikel ini dipublikasikan pada tahun 2025 oleh ANTARA.

Source link: https://www.antaranews.com/berita/4809737/ojk-bank-masih-jadi-penopang-indeks-literasi-dan-inklusi-tertinggi

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer