Pada Jumat, Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menlu Thailand Maris Sangiampongsa mencapai kesepakatan untuk meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis dalam pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCM) ke-10 di Bangkok. Sugiono menyatakan bahwa kesepakatan ini menunjukkan hubungan yang semakin erat antara kedua negara serta visi untuk berkontribusi lebih besar bagi kawasan. Sebagai tindak lanjut, kedua Menlu sepakat untuk membentuk kelompok kerja bersama guna menyusun peta jalan kemitraan strategis dan mengidentifikasi sektor prioritas untuk kunjungan tingkat tinggi selanjutnya.
Dalam bidang ekonomi, Indonesia dan Thailand juga setuju untuk memperluas akses pasar bagi produk Indonesia dari sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Menlu RI menyambut minat investor Thailand untuk berkolaborasi dengan beberapa perusahaan strategis Indonesia serta menggagas kerja sama baru di bidang transisi energi hijau. Di JCM ke-10 tersebut, kedua Menlu menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan warga negara dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang.
Selain itu, pihak Indonesia dan Thailand juga saling bertukar pandangan tentang isu kawasan dan global, termasuk peran ASEAN dalam stabilitas regional, perdamaian di Myanmar, dan situasi di Palestina. Sugiono melihat pertemuan bilateral tersebut sebagai landasan baru bagi hubungan kedua negara yang lebih kokoh, luas, dan strategis. JCM ke-10 di Bangkok dilaksanakan setelah JCM ke-9 di Indonesia pada 2018 dan bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand yang dimulai sejak 7 Maret 1950.








