Sunday, January 25, 2026
HomeBursaIHSG Diprediksi Variatif di Tengah Suku Bunga The Fed

IHSG Diprediksi Variatif di Tengah Suku Bunga The Fed

Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak variatif pada hari Senin ini, dengan IHSG diperkirakan akan mengalami perubahan di tengah sikap menunggu dan menyaksikan dari para pelaku pasar terhadap rilis suku bunga acuan yang akan dilakukan The Federal Reserve (The Fed). IHSG dibuka dengan menguat 28,64 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.844,37, sementara LQ45 naik 3,43 poin atau 0,45 persen ke posisi 766,78. Prediksi pergerakan IHSG hari ini berada dalam rentang 6.700 hingga 6.888 menurut analisis dari Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih.

Para pelaku pasar dari mancanegara sedang menantikan rilis suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dalam The Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dilakukan pekan ini. Data Non Farm Payroll (NFP) AS periode April 2025 menunjukkan angka 177.000, dengan tingkat pengangguran yang tetap pada 4,2 persen. Di sisi lain, dari Asia, indeks PMI Manufaktur China menunjukkan angka 49 pada bulan April 2025, menandakan level kontraksi. Di dalam negeri, IHSG rebound selama tiga pekan terakhir mengikuti pergerakan positif bursa di kawasan Asia Pasifik. Pelaku pasar juga memperhatikan kinerja keuangan serta momentum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) para emiten di pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi secara tahunan pada April 2025 sebesar 1,95 persen, dengan pertumbuhan inflasi bulanan sebesar 1,17 persen. Inflasi masih berada dalam target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 1,5-3,5 persen. Kenaikan inflasi terjadi pada komoditas emas, harga mobil, dan berakhirnya diskon tarif listrik. Di bursa saham Eropa, kecenderungan menguat terjadi pada perdagangan Jumat terakhir, seiring dengan datangnya optimisme atas ketentraman perdagangan antara AS dan China, serta data ketenagakerjaan AS yang solid.

Di pasar AS Wall Street, terjadi penguatan mingguan kedua berturut-turut di sektor ekonomi, didorong oleh data yang positif dan potensi penurunan ketegangan dagang antara AS dan China. Berbagai bursa regional di seluruh dunia menunjukkan pergerakan yang cenderung menguat, menunjukkan adanya optimisme dari pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer