Saturday, August 8, 2026
HomeIndonesiaMemperkuat Ekosistem Sepak Bola Putri Usia Dini

Memperkuat Ekosistem Sepak Bola Putri Usia Dini

Timo Scheunemann, seorang pelatih sepak bola profesional, menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem sepak bola anak, terutama dalam kelompok usia 10-12 tahun. Menurutnya, latihan tim sebanyak dua hingga tiga kali seminggu, ditambah satu pertandingan, sangat ideal untuk anak-anak pada usia tersebut. Scheunemann juga menekankan bahwa latihan individual sangat penting pada usia segitu. Ia juga membandingkan pendekatan antara Sekolah Sepak Bola (SSB) dan institusi pendidikan formal, di mana ia menilai bahwa kompetisi antar-SSB lebih ideal bagi anak laki-laki karena minat mereka terhadap sepak bola sangat tinggi. Namun, untuk sepak bola putri, kompetisi antar-SSB masih sulit dilakukan karena jumlah SSB putri yang terbatas. Oleh karena itu, Scheunemann dan Bakti Olahraga Djarum Foundation sedang menginisiasi turnamen sepak bola usia dini khusus untuk putri. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat muncul bibit-bibit pemain putri yang akan mencari pelatihan tambahan di SSB dan memperluas jaringan pengembangan pemain putri. Meskipun Indonesia telah memiliki timnas sepak bola putri yang berhasil di tingkat internasional, tantangan masih besar di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, kehadiran sosok idola seperti Shafira Ika dan Claudia Scheunemann sangat penting untuk menginspirasi anak-anak dan mendapat dukungan dari orang tua. Scheunemann juga menekankan bahwa penting bagi anak-anak untuk melihat bahwa bermain bola tidak akan menghilangkan sisi feminin mereka, sehingga stigma negatif terhadap perempuan yang bermain bola dapat dihapus. Selain itu, Scheunemann berharap bahwa kesuksesan timnas sepak bola putri Indonesia akan melahirkan idola baru bagi para siswi dan perempuan muda untuk terjun ke dunia sepak bola.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer