Rupiah Menguat Berkat Harapan Kesepakatan China-AS
Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan penguatan rupiah terhadap dolar AS seiring optimisme atas kesepakatan perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS). Trump memberikan indikasi positif terkait kesepakatan tersebut, yang memicu harapan kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
China dikabarkan siap untuk melakukan perundingan terbuka, sementara Trump menyebut China tertarik untuk mencapai kesepakatan. Meskipun pemerintah AS mencabut kebijakan pembebasan bea masuk untuk barang impor kecil dari China dan Hong Kong, dampaknya diprediksi tidak signifikan.
Menurut Lukman, nilai impor yang terkena kebijakan tersebut hanya sekitar 5 miliar dolar AS tahun lalu. Istilah de minimis dalam perdagangan merujuk pada barang-barang kecil yang dikecualikan dari bea masuk. Sebelumnya, barang senilai kurang dari 800 dolar AS dibebaskan dari bea masuk, tetapi Trump mencabut kebijakan ini untuk mengatasi aliran obat-obatan ilegal.
Meskipun PDB Indonesia diperkirakan mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun ini, hal tersebut kemungkinan akan membatasi penguatan rupiah. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, perkiraan kurs rupiah adalah sebesar Rp16.400-Rp16.500 per dolar AS.
Dalam perdagangan di Jakarta, rupiah pada awal pekan ini menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.431 per dolar AS. Semua faktor ini akan berpengaruh pada perkembangan nilai tukar rupiah dan prospek ekonomi Indonesia ke depan.








