Garuda Indonesia Group tengah mengoptimalkan kapasitas produksi di tengah tantangan industri penerbangan global, terutama dalam menghadapi dinamika rantai pasok suku cadang pesawat yang sedang melanda hampir seluruh pelaku industri transportasi udara di dunia. Menurut Direktur Teknik Garuda Indonesia, Rahmat Hanafi, Garuda Indonesia Group terus mendorong optimalisasi kapasitas produksi di tengah tantangan tersebut. Saat ini, satu armada Garuda dan 14 armada Citilink sedang menunggu jadwal perawatan rutin berupa heavy maintenance dan penggantian suku cadang agar siap beroperasi kembali.
Keterbatasan supply chain atas suku cadang saat ini menjadi tantangan bagi hampir semua pelaku industri penerbangan, yang menyebabkan pelaksanaan heavy maintenance membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya. Proses heavy maintenance tersebut penting untuk memastikan standar keselamatan dan kelaikan terbang pesawat yang akan dioperasikan. Garuda Indonesia juga telah mendatangkan empat armada narrow body Boeing 737-800NG sebagai langkah pemulihan permintaan dan peningkatan trafik penumpang pasca pandemi, dengan dua di antaranya mulai beroperasi pada kuartal II 2025.
Optimalisasi kapasitas produksi akan terus diselaraskan dengan outlook kinerja perusahaan sesuai dengan pertumbuhan demand pasar, untuk memastikan landasan kinerja usaha tetap terjaga secara berkelanjutan. Garuda Indonesia optimis dapat terus bertransformasi menjadi maskapai yang agile dan berdaya saing, untuk memberikan layanan udara yang aman dan andal bagi masyarakat.








