Jannik Sinner, petenis muda yang baru saja menyelesaikan masa skorsing tiga bulan dari WADA, akan kembali beraksi di ajang ATP Masters 1000 Internazionali BNL d’Italia di Roma. Meskipun telah memenangi Australian Open pada Januari, Sinner mengungkapkan bahwa dia tidak ingin memiliki ekspektasi terlalu tinggi dalam turnamen ini. Dia menyatakan bahwa turnamen kali ini menjadi ajang pertamanya sejak skorsing dan pertandingan pembukaannya akan melawan Mariano Navone atau petenis wild card Federico Cina.
Dalam konferensi pers pra-turnamen, Sinner mengatakan bahwa dia berharap dapat mendapatkan umpan balik yang lebih baik tentang level permainannya setelah pertandingan pertama. Meskipun absen dari ATP Tour, Sinner tetap memegang posisi petenis nomor satu dalam peringkat ATP. Meski demikian, ia mengaku telah terus memantau perkembangan di ATP Live Race To Turin, di mana saat ini berada di posisi keempat.
Sinner, yang memiliki rekor 21 pertandingan tanpa terkalahkan sebelumnya, juga diunggulkan untuk menghadapi Casper Ruud di perempat final setelah drawing. Meskipun menyebut bulan-bulan panjang yang dihabiskan untuk latihan, Sinner mengakui bahwa tubuhnya perlu menyesuaikan kembali dengan ritme pertandingan. Meski begitu, dia tetap bersemangat dan ingin kembali bermain di depan para penggemar setelah absen selama 24 bulan dari Roma.
Dengan pengalaman dan dedikasinya, Sinner bertekad untuk bangkit kembali dan memperlihatkan performa terbaiknya di lapangan tanah liat Eropa. Dia juga baru-baru ini meluncurkan yayasan yang mendukung anak-anak melalui olahraga, menunjukkan bahwa dia tidak hanya fokus pada karir tenisnya, tetapi juga peduli dengan masyarakat sekitarnya. Dengan semangat yang tinggi, Sinner siap untuk kembali bersaing dan memberikan pertunjukan terbaiknya di Roma Open.








