Pada hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak variatif dalam kisaran 6.800 hingga 6.920 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaku pasar diharapkan bisa membaca kondisi pasar dan menunggu kebijakan suku bunga acuan dari The Federal Reserve (The Fed). IHSG dibuka dengan kenaikan 27,05 poin atau 0,39 persen ke posisi 6.925,25, sementara Indeks LQ45 naik 3,58 poin atau 0,46 persen ke posisi 778,34. Dari luar negeri, para pelaku pasar masih menantikan hasil rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) dari The Fed dan pertemuan antara Menteri Keuangan AS dan China di Swiss. Di Eropa, penjualan mobil di Inggris mengalami penurunan yang signifikan sebagai respon terhadap perubahan perpajakan termasuk pajak baru untuk kendaraan listrik. Di Asia, India melakukan serangan militer ke Pakistan sebagai respons atas serangan di India yang menewaskan warga sipil. Selain itu, dalam negeri perhatian terhadap daya beli nasional terus berkembang, terutama dengan pertumbuhan IHPR yang menunjukkan lemahnya permintaan sektor properti di pasar primer. Bank Indonesia akan merilis posisi cadangan devisa per akhir April 2025 yang diperkirakan tidak banyak berubah. Wall Street juga mengalami penurunan pada perdagangan sebelumnya, dengan indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite turun. Di Asia, bursa saham regional juga mengalami perubahan, seperti Nikkei yang melemah dan Shanghai yang menguat. Perkembangan pasar saham perlu diawasi dengan bijak untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.








