Friday, April 17, 2026
HomeLintas KotaImpor Sapi dari Australia oleh DKI: Meningkatkan Pasokan Daging Sapi lokal

Impor Sapi dari Australia oleh DKI: Meningkatkan Pasokan Daging Sapi lokal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimpor 500 sapi dari Australia sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan protein hewani warga. Sapi tersebut tiba di Jakarta pada 2 April dan rencananya akan ada pengiriman sapi impor dengan jumlah lebih besar pada bulan Juni 2025. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa impor sapi hidup sebanyak 500 ekor dari Australia merupakan tahap pertama, sementara tahap kedua di bulan Juni akan mencapai 5.000 ekor sapi. Sapi jenis sapi bakalan atau sapi potong (Brahman Cross/BX) yang diimpor cocok untuk memenuhi kebutuhan protein hewani warga Jakarta. Jenis sapi BX ini memiliki keunggulan genetik yang mendukung produktivitas dan efisiensi pemeliharaan, yang menjadi salah satu pilihan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Sementara itu, sapi lokal juga tetap mendapatkan perhatian untuk pengembangannya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. Proses gemukkan ke-500 sapi yang diimpor berlangsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Serang, Banten, sebelum dijual ke sejumlah RPH lainnya seperti Cakung, Serang, Bogor, dan Sukabumi setelah mencapai bobot ideal. Imbalan asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyatakan bahwa impor sapi bakalan merupakan langkah efektif menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat ibu kota, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Impor ini juga berperan dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Pemilihan Australia sebagai negara asal impor didasarkan pada faktor kedekatan geografis dan efisiensi biaya logistik. Saat ini, meskipun impor sapi baru dari Australia, negara lain juga dipertimbangkan namun memerlukan penjajakan lebih lanjut terutama terkait ongkos kirim dan waktu tempuh.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer