Sunday, May 10, 2026
HomeLifestyleSejarah Hari Bidan Internasional: Merayakan Peran Vital Perawatan Kesehatan

Sejarah Hari Bidan Internasional: Merayakan Peran Vital Perawatan Kesehatan

Setiap tanggal 5 Mei, diperingati sebagai Hari Bidan Internasional untuk menghormati jasa profesi bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Hari tersebut bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga pengakuan global terhadap dedikasi bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan maternal dan neonatal di seluruh dunia.

Ide untuk menetapkan Hari Bidan Internasional pada 5 Mei muncul dalam Konferensi Konfederasi Bidan Internasional di Belanda pada tahun 1987. Hari ini, berbagai negara termasuk Selandia Baru dan Iran merayakan Hari Bidan Internasional setiap 5 Mei.

Di Indonesia, sejarah kebidanan dimulai sejak masa kolonial Belanda. Pendidikan bidan pertama kali dibuka untuk wanita pribumi di Batavia oleh dokter Belanda, Dr. W. Rosch, pada tahun 1851. Sejarah pendidikan kebidanan ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Pendidikan bidan di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan, termasuk penyelenggaraan konferensi bidan pertama pada 24 Juni 1951, yang kemudian melahirkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sebagai organisasi profesi. Peran bidan tidak hanya terbatas pada proses persalinan, tetapi juga dalam edukasi kesehatan reproduksi, pelayanan antenatal, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Hari Bidan Internasional juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan pentingnya peran bidan dalam kehidupan manusia, khususnya dalam proses persalinan dan kesehatan reproduksi. Pada tahun 2025, tema Hari Bidan Internasional adalah “Bidan: Penting dalam Setiap Krisis,” yang menekankan peran bidan sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan reproduksi, ibu, dan bayi baru lahir.

Meskipun peran bidan sangat krusial, mereka masih menghadapi berbagai tantangan seperti kekurangan tenaga, perlengkapan, dan dukungan yang memadai. Konfederasi Bidan Internasional (ICM) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus mengkampanyekan pengakuan atas keterlibatan bidan dalam situasi krisis untuk memberikan pelayanan yang optimal dan melindungi keselamatan perempuan dan anak-anak.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer