Presiden RI, Prabowo Subianto, menggelar rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Hadir dalam rapat tersebut sejumlah menteri, antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Agenda rapat kali ini adalah untuk bersinergi dalam memastikan program pemerintah terkait perekonomian dari desa terus berkembang. Program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekonomi antara masyarakat desa dan kota. Ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat desa, terutama dalam sektor lumbung pangan.
Kementrian Desa PDT telah mengeluarkan edaran terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, yang mencakup pembahasan sumber dana dan pengurus koperasi. Gerakan Koperasi Merah Putih dipandang sebagai momentum penting dalam upaya meningkatkan ekonomi rakyat berdasarkan semangat gotong royong. Melalui instruksi Presiden nomor 9 tahun 2025, dilakukan percepatan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah agar koperasi tersebut dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, memberikan akses permodalan yang lebih sehat dan berkeadilan, serta mendorong kemandirian bangsa dalam swasembada pangan berkelanjutan. Semua upaya ini didasari pada keyakinan bahwa koperasi memiliki potensi sebagai solusi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem yang masih dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia.








