Pada hari Jumat, IHSG ditutup menguat sebesar 5,05 poin atau 0,07 persen, mencapai posisi 6.832,80. Hal ini terjadi seiring optimisme dari pelaku pasar terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Investor berspekulasi bahwa AS akan mencapai lebih banyak kesepakatan perdagangan dengan negara lain, sehingga bank sentral AS The Fed tidak perlu memangkas suku bunga secara tajam untuk menopang perekonomian. Presiden AS Donald Trump juga telah mengumumkan kesepakatan dagang dengan Inggris, di mana tarif impor tetap dipertahankan namun AS akan memangkas tarif atas impor mobil dan baja. Kesepakatan ini diharapkan akan membuka akses pasar senilai miliaran dolar untuk ekspor AS.
Selain itu, dari kawasan Asia, data ekonomi Jepang menunjukkan penurunan upah riil selama tiga bulan berturut-turut, sementara belanja konsumen naik di atas ekspektasi. Di dalam negeri, cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan tajam menjadi 152,5 miliar dolar AS pada April 2025. IHSG diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 1.109.581 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 19,14 miliar lembar saham senilai Rp8,98 triliun.
Dalam perdagangan saham, tercatat dua sektor menguat, yaitu sektor kesehatan dan sektor energi, sedangkan sembilan sektor lainnya mengalami pelemahan. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.109.581 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,14 miliar lembar saham senilai Rp8,98 triliun. Bursa saham regional Asia juga mengalami pergerakan, seperti Indeks Nikkei yang menguat 574,70 poin, indeks Shanghai yang melemah, indeks Kuala Lumpur yang melemah, dan indeks Straits Times yang menguat. Kabar terakhir adalah IHSG Jumat dibuka menguat 21,70 poin.








