Tuesday, July 14, 2026
HomeMetroMaskot Kota Jakarta: Sejarah dan Filosofi

Maskot Kota Jakarta: Sejarah dan Filosofi

Di tengah popularitas Tugu Monas dan ondel-ondel sebagai ikon Jakarta, ada maskot resmi lain yang memiliki nilai filosofi dan keanekaragaman hayati yaitu burung elang bondol dan salak Condet. Kedua maskot ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur pada tahun 1989. Sayangnya, mereka belum sepopuler simbol-simbol lain seperti Monumen Nasional dan ondel-ondel.

Elang bondol adalah burung pemangsa yang dulu sering ditemui di wilayah pesisir Jakarta. Burung ini melambangkan ketangguhan, ketangkasan, dan ketajaman penglihatan. Namun, populasi elang bondol terancam karena habitatnya semakin menyusut akibat alih fungsi lahan dan perburuan liar.

Salak Condet, varietas salak lokal, juga menjadi maskot Jakarta. Buah ini memiliki daging tebal, berwarna kekuningan, dan rasa khas. Meskipun buahnya terkenal, kehadiran salak Condet menjadi semakin langka karena urbanisasi.

Keberadaan elang bondol dan salak Condet penting untuk dijaga sebagai simbol keanekaragaman hayati dan identitas lokal Jakarta. Upaya pelestarian habitat dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar maskot ini tetap menjadi bagian dari narasi kota Jakarta. Semoga dengan menjaga keduanya, Jakarta dapat mempertahankan identitas ekologis dan kekayaan budayanya di tengah modernisasi.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer