Sunday, December 7, 2025
HomeBeritaKritik Masyarakat: Nyanyi Sunyi Dalam Rantang

Kritik Masyarakat: Nyanyi Sunyi Dalam Rantang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap film “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang” yang diproduksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dapat menyajikan autokritik bagi masyarakat. Ketua KPK Setyo Budiyanto menekankan pentingnya film ini sebagai bentuk introspeksi bagi individu dan masyarakat. Diharapkan bahwa film tersebut dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran pencegahan korupsi di tengah-tengah masyarakat.

Aminudin, Pelaksana Tugas Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, menjelaskan bahwa film ini merupakan bagian dari upaya komunikasi publik yang dilakukan oleh Stranas PK. Menurutnya, film ini tidak hanya berbicara tentang perbaikan tata kelola, tetapi juga membangun narasi yang kuat dan kesadaran kolektif sebagai upaya pencegahan korupsi.

Garin Nugroho, sutradara “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang”, berharap film ini dapat menjadi pemicu bagi adanya karya-karya lain yang mengangkat tema serupa. Dengan harapan itu, Garin berharap bahwa film-film tentang hukum dan korupsi akan semakin banyak diproduksi dengan serius dan mendapat partisipasi yang lebih besar. Film ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih aktif dalam mengawasi dan menuntut transparansi.

KPK juga mendorong pemerintah, kementerian/lembaga, hingga BUMN untuk mengadakan acara “nonton bareng” film ini agar pesan pencegahan korupsi dapat tersebar luas. Semua pihak diharapkan dapat melihat nilai dan manfaat dari film ini untuk kebaikan bersama. Dengan demikian, diharapkan film “Nyanyi Sunyi Dalam Rantang” dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer