Akuntabilitas dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga dengan fungsi yang ada. Manager Riset dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi, memberikan saran kepada PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM untuk meningkatkan tingkat transparansi guna mendorong nilai saham perusahaan. Meskipun Telkom mencetak kinerja positif dengan pendapatan konsolidasi yang tinggi dan laba bersih yang signifikan, saham TLKM masih stagnan di pasar saham. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti prospek pertumbuhan yang kurang jelas, lesunya sektor telekomunikasi, dan ketidakpastian dalam arah bisnis perusahaan. Badi merekomendasikan agar Telkom lebih transparan terutama dalam menyampaikan data operasional perusahaan. Data pelanggan, jumlah Base Transceiver Station (BTS), churn rate, dan informasi lainnya perlu disampaikan untuk membantu pasar dalam menilai efisiensi dan efektivitas perusahaan. Akuntabilitas dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya berkutat pada angka, tetapi juga pada fungsi yang sebenarnya.








