Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah mengambil langkah untuk menanggapi isu di Cilegon dengan membentuk tim verifikasi dan etik. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan bahwa tim ini akan mengatasi keluhan dan pertanyaan masyarakat di Cilegon dengan cepat dan bijaksana.
Anindya menegaskan bahwa Kadin fokus pada perdagangan dan investasi nasional sambil menghormati kepastian hukum serta menolak tindakan yang melanggar hukum. Untuk menyelesaikan isu yang muncul di Kota Cilegon, Kadin akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Gubernur Banten, BKPM, dan aparat penegak hukum. Dalam penanganan masalah ini, Kadin akan bekerja sama dengan pihak daerah, provinsi, dan pusat agar dapat mengatasi masalah dengan efektif.
Anindya juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor, terutama karena Kadin aktif dalam mempromosikan investasi luar negeri untuk memperkuat ekonomi nasional. Dia menambahkan bahwa Kadin selalu pro-bisnis, pro-lapangan kerja, dan pro-pemberdayaan daerah, dengan tetap menjaga ketegasan dalam menjaga reputasi organisasi di tingkat nasional.
Dalam penyelesaian isu ini, WKU Bidang Hukum dan Organisasi Kadin akan turut serta untuk mengatasi masalah dengan nilai-nilai tata kelola yang sehat dan profesional. Anindya menekankan pentingnya kontak langsung dalam menyelesaikan masalah, sambil mengingatkan bahwa Kadin adalah organisasi besar yang berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia.








