PT Pintu Kemana Saja (Pintu), aplikasi crypto all-in-one, menerima penghargaan kepatuhan hukum Notable Enterprise in Regulatory Compliance (Gold) di IRCA 2025. General Counsel Pintu, Malikulkusno Utomo, menegaskan keseriusan perusahaan dalam menjalankan operasional sesuai regulasi yang telah disahkan oleh OJK, Bappebti, dan bursa kripto CFX. Salah satu komitmen perusahaan yang diwujudkan adalah sebagai anggota bursa kripto CFX serta perusahaan kripto pertama yang berlisensi penuh sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). Dengan kepatuhan hukum yang maksimal, Pintu diharapkan menjadi perusahaan crypto terdepan dan terpercaya, memberikan rasa aman kepada pengguna dalam bertransaksi di platform mereka. Pintu juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem kripto Indonesia yang lebih aman bagi investor dan trader di Indonesia. CEO Hukumonline, Arkka Dhiratara, mengapresiasi Pintu sebagai pionir kepatuhan hukum di industri kripto. Di IRCA 2025, sebanyak 107 perusahaan dinilai berdasarkan proses penilaian dokumen self-assessment, strategi, inovasi, dan sistem pengawasan kepatuhan hukum. Emphasizing on the importance of legal compliance, PT Pintu Kemana Saja (Pintu), an all-in-one crypto application, received the Gold Notable Enterprise in Regulatory Compliance award at IRCA 2025. General Counsel Pintu, Malikulkusno Utomo, affirmed the company’s dedication to conducting operations in accordance with regulations sanctioned by OJK, Bappebti, and CFX crypto exchange. One of the company’s commitments is its membership in the CFX crypto exchange and being the first crypto company to be fully licensed as a Digital Asset Financial Trader (PAKD). With maximum legal compliance, Pintu is expected to become a leading and trustworthy crypto company, providing a secure environment for users to transact on their platform. Pintu also aims to create a safer crypto ecosystem in Indonesia for investors and traders. CEO of Hukumonline, Arkka Dhiratara, commended Pintu as a pioneer in legal compliance in the crypto industry. In IRCA 2025, a total of 107 companies were assessed based on self-assessment document evaluation, strategy, innovation, and legal compliance supervision systems.








