Menurut Martha Christina, Kepala Informasi Investasi Mirae Asset, proyeksi IHSG akan berada di kisaran 6.800 sampai 7.100 pada kuartal II 2025. Dia memperkirakan saham sektor perbankan dan komoditas akan tetap menjadi penopang pergerakan IHSG. Martha juga mengungkapkan bahwa tensi perang dagang global, terutama seputar kebijakan tarif impor AS, kemungkinan akan kurang agresif ke depannya. Delegasi AS dan China baru-baru ini mencapai kesepakatan tarif yang mengurangi tarif impor antara kedua negara. Martha menilai bahwa tarif impor sudah tidak lagi menjadi hal yang besar bagi pasar, tetapi fokus saat ini lebih pada perundingan besar antara AS dan China.
Selain itu, Martha juga memproyeksikan bahwa The Fed kemungkinan akan menurunkan tingkat suku bunga mereka sebanyak 2 hingga 3 kali pada kuartal IV 2025. Hal ini disebabkan oleh melandainya tingkat inflasi AS dan mulai meredanya tensi perang dagang antara AS dan mitra dagangnya. Di sisi dalam negeri, Martha menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih akan mengalami perlambatan pada kuartal II 2025, meskipun ada momentum Ramadhan dan libur Lebaran. Dia juga menyoroti bahwa hal-hal tak terduga seperti kebijakan pemerintah baru dapat mengancam posisi pasar saat ini.
Data penutupan perdagangan sesi I pada Kamis (15/5/2025) menunjukkan IHSG menguat, naik 79,06 poin atau 1,13 persen menjadi 7.058,94. Indeks LQ45 juga naik 11,34 poin atau 1,44 persen ke posisi 798,42. Dengan demikian, proyeksi dan analisis Martha Christina memberikan pandangan yang menarik tentang arah pergerakan IHSG dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.








