Pada hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak secara mixed (variatif) dalam rentang antara 6.950 hingga 7.080 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini diprediksi seiring dengan adanya sentimen baik dari dalam negeri maupun global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan menguat 52,08 poin atau 0,74 persen ke posisi 7.092,24, sementara Indeks LQ45 naik 8,61 poin atau 1,08 persen ke posisi 805,03.
Menurut pengamat keuangan Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, IHSG diprediksi akan bergerak variatif hari ini. Dari dalam negeri, IHSG rebound selama tiga hari berturut-turut, terutama di saham Big Banks seiring dengan ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Investor asing juga mulai melakukan net inflow senilai Rp1,68 triliun, terutama di saham Big Banks.
Pada sisi lain, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal I-2025 naik 6,4 persen year on year (yoy) menjadi 430,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS). ULN sektor pemerintah tumbuh sebesar 7,6 persen (yoy), sementara sektor swasta mengalami koreksi 1,2 persen (yoy), dengan akumulasi ULN terhadap PDB sebesar 30,6 persen.
Dari mancanegara, Pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk memperketat pembatasan ekspor semikonduktor dari China, termasuk perusahaan seperti ChangXin Memory Technologies (CXMT), Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), dan Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC). Di sisi lain, Jepang melaporkan pertumbuhan ekonomi yang melambat pada kuartal I-2025, dengan pemerintah sedang mempertimbangkan stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan.
Di pasar saham global, Wall Street menunjukkan performa yang beragam, dengan S&P dan Dow Jones menguat sementara Nasdaq Composite mengalami penurunan. Bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan yang berbeda, dengan Nikkei melemah, Shanghai melemah, Kuala Lumpur menguat, dan Straits Times melemah.
Para analis proyeksikan IHSG di rentang 6.800 hingga 7.100 pada kuartal II 2025, sementara IHSG saat ini menguat di tengah “wait and see” data neraca perdagangan domestik. Kesimpulannya, IHSG diprediksi bergerak variatif berdasarkan sentimen kedua dalam dan luar negeri serta berbagai faktor yang mempengaruhi pasar saham saat ini.








