Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tengah melakukan percepatan perencanaan untuk memaksimalkan penyerapan APBD 2025. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan bahwa program kegiatan fisik perbaikan sekolah tingkat SD dan SMP sudah melalui tahap perencanaan dan konsultasi dengan Inspektorat Kudus. Dari 58 paket kegiatan dengan anggaran Rp9,37 miliar, sebagian dilakukan melalui penunjukan langsung dan lelang.
Lelang di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa diharapkan dapat dilaksanakan bulan ini, memungkinkan pengerjaan fisik dimulai Juni 2025. Namun, beberapa penundaan terjadi karena perubahan program efisiensi dari pusat yang mempengaruhi OPD. Meskipun kegiatan fisik sederhana, diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran 2025. Selain itu, program fisik perbaikan Puskesmas dan Pustu juga masih dalam tahap perencanaan.
Realisasi APBD 2025 hingga April baru mencapai 21,59 persen, menunjukkan perlunya percepatan dalam penyerapan anggaran. Sementara belanja modal baru terserap 6,23 persen dari total anggaran Rp311,59 miliar. Saat ini, baru tiga paket kegiatan yang telah dilelang, memperlihatkan perlunya peningkatan dalam pelaksanaan kegiatan fisik. Upaya percepatan dan penyesuaian program efisiensi diharapkan dapat memastikan kesuksesan pelaksanaan program OPD di Kabupaten Kudus.








