Gregoria Mariska Tunjung, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, mengalami vertigo atau migrain parah yang sudah berlangsung sejak akhir Maret. Karena belum pulih sepenuhnya dari kondisinya, Gregoria dipastikan absen pada turnamen BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2025 di Istora Gelora Bung Karno. Sebelumnya, Gregoria juga absen dalam turnamen Super 750 Singapore Open yang digelar pada 27 Mei–1 Juni. Keputusan ini diambil karena Gregoria masih dalam tahap pemulihan dari vertigo, hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian. Gregoria telah absen dari sejumlah turnamen internasional sejak akhir Maret 2025, termasuk tidak bisa membela tim Indonesia di ajang Piala Sudirman 2025. Mengalami gejala vertigo atau migrain yang parah, Gregoria membagikan pengalamannya melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 14 Mei. Ia mengungkapkan bahwa setiap episodenya berlangsung selama empat hingga lima jam, dengan gejala kehilangan keseimbangan, muntah, dan keterbatasan gerak. Meskipun sempat membaik, kondisinya kembali memburuk secara tiba-tiba sehingga Gregoria harus beberapa kali dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Meski menjalani pemeriksaan MRI otak dan serviks yang dinyatakan normal, dokter menyebut sulit menemukan penyebab pasti vertigo karena bisa disebabkan oleh banyak faktor. Gregoria berharap pemulihan kesehatannya berjalan cepat agar bisa kembali berlaga di lapangan dan berharap agar faktor penyebab vertigo tersebut dapat ditemukan. Melalui pengalaman ini, Gregoria berusaha untuk pulih sepenuhnya dan kembali ke olahraga yang dicintainya.
Gregoria Mariska Absen di Indonesia Open 2025: Analisis
RELATED ARTICLES








