Sunday, December 7, 2025
HomeBeritaSATGAS DAMAI CARTENZ: Ungkap Penjualan Amunisi KKB Libatkan Anggota Polri

SATGAS DAMAI CARTENZ: Ungkap Penjualan Amunisi KKB Libatkan Anggota Polri

Timika (ANTARA) – Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz 2025 telah mengungkap kasus penjualan amunisi ilegal kepada kelompok kriminal bersenjata yang melibatkan seorang anggota Polri berinisial Bripda LO. Kasus ini terjadi di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa Bripda LO diamankan setelah terlibat dalam penjualan puluhan butir amunisi kepada warga sipil yang terafiliasi dengan jaringan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Lenggenus di Papua.

Faizal menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk komitmen Satgas dalam memberantas suplai senjata dan amunisi kepada KKB, termasuk jika pelakunya adalah anggota Polri. Bripda LO telah menyerahkan diri ke Kepolisian Daerah Papua setelah menyadari kesalahannya. Kasus ini terungkap setelah Bripda LO menjual amunisi sejak tahun 2017, berlanjut hingga 2021, dan dilakukan kembali tahun ini.

Selain Bripda LO, warga sipil berinisial PW yang terlibat dalam kasus ini juga diamankan di Polres Jayawijaya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata dan Amunisi Tanpa Izin Yang Sah. Kepala Humas Satgas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tidak membantu jaringan KKB dalam menyediakan senjata dan amunisi ilegal.

Yusuf menyatakan bahwa memberikan atau menjual amunisi kepada kelompok bersenjata tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan warga sipil di Papua. Ia juga mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran senjata api dan amunisi ilegal. Upaya memberantas peredaran amunisi ilegal ini sebagai bukti komitmen Polri, terutama Satgas Ops Damai Cartenz, dalam membersihkan jaringan distribusi senjata dan amunisi ilegal di Papua. Semua ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer