Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) telah menjalin kerja sama dengan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan Japan Basketball Association (JBA) untuk pengembangan wasit Indonesian Basketball League (IBL). Dalam hal ini, Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang SDM DPP Perbasi, Christopher Tanuwidjaja, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan komitmen federasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi dalam negeri sesuai dengan standar internasional.
Program ini merupakan langkah jangka panjang yang telah direncanakan bersama JBA dan FIBA untuk mengembangkan kualitas wasit. Menurut Christopher, dengan pertumbuhan pesat IBL dari segi pengelolaan tim hingga kualitas pemain, penting juga untuk meningkatkan kualitas wasit. Oleh karena itu, Perbasi akan melaksanakan pelatihan wasit pada akhir musim mendatang.
Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, menambahkan bahwa federasi bola basket Indonesia terus berusaha meningkatkan kualitas wasit dalam semua kejuaraan di bawah naungan Perbasi. Hal ini sebagai tanggapan terhadap semangat federasi untuk terus melakukan perbaikan tidak hanya dari segi teknis namun juga aspek perangkat pertandingan.
Meskipun terjadi beberapa kontroversi terkait kepemimpinan wasit di IBL 2025, seperti insiden yang melibatkan skorsing Cori Cobha Cabhita, Perbasi tetap fokus pada pengembangan kualitas wasit dan perbaikan kesalahan yang terjadi. Kesalahan Cori dalam memimpin pertandingan antara Satria Muda Pertamina Jakarta dan Tangerang Hawks Basketball menjadi pelajaran bagi ke depannya. Dengan langkah-langkah pengembangan wasit yang diimplementasikan, diharapkan IBL dapat terus meningkatkan prestasi dan standar kompetisi.
Melalui upaya bersama dengan FIBA dan JBA, Perbasi bertekad untuk membawa bola basket Indonesia bersaing di level Asia. Dengan fokus pada kualitas wasit dan perangkat pertandingan, perkembangan bola basket Indonesia diharapkan semakin menjanjikan.








