Pada hari Rabu, IHSG Bursa Efek Indonesia menunjukkan kenaikan setelah Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga acuannya. IHSG berhasil ditutup dengan kenaikan 47,86 poin atau 0,67 persen mencapai posisi 7.142,46. Di sisi lain, indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 9,61 poin atau 1,20 persen ke posisi 812,16. Sejumlah faktor seperti pemangkasan suku bunga oleh bank sentral China dan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia berkontribusi pada pergerakan IHSG. Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, pasar juga masih memantau perkembangan ekonomi dan fiskal AS pasca kegagalan Presiden Trump dalam meyakinkan para pendukungnya terkait rancangan undang-undang pajaknya.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia telah melakukan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menjadikannya 5,5 persen. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kinerja ekonomi dalam negeri, terutama setelah surplus anggaran APBN mencapai Rp4,3 triliun. Sementara itu, pejabat The Fed juga menunjukkan kekhawatiran terhadap kebijakan perdagangan AS dan Jepang, yang sedang berlangsung di Kanada. Dalam perdagangan saham, IHSG berhasil bertahan di zona hijau dengan sektor barang baku dan kesehatan sebagai sektor yang mengalami kenaikan tertinggi. Meskipun ada beberapa sektor yang mengalami koreksi, namun saat penutupan perdagangan, IHSG mampu berakhir di wilayah positif. Frekuensi perdagangan saham pun tercatat cukup tinggi, menandakan minat investor yang masih kuat. Di luar negeri, indeks saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi dengan Nikkei melemah, sementara Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times menguat.








