Sunday, December 7, 2025
HomeBisnisMengapa ATLI Memperkuat Komitmen Tuna Berkelanjutan dengan MSC

Mengapa ATLI Memperkuat Komitmen Tuna Berkelanjutan dengan MSC

Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) memperkuat komitmennya terhadap perikanan tuna berkelanjutan dengan dukungan dari Ocean Stewardship Fund (OSF) yang dimiliki oleh Marine Stewardship Council (MSC). Hal ini diungkapkan oleh Ketua II ATLI, Dwi Agus Siswa Putra, dalam sebuah keterangan di Bogor. Pertemuan Koordinasi Program Perbaikan Perikanan (Fishery Improvement Program/FIP) Tuna Longline Indonesia yang diselenggarakan di Sekretariat ATLI, Pelabuhan Benoa, Bali, pada tanggal 15 Mei, merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam mendukung praktik perikanan berkelanjutan secara global.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan seperti perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan organisasi pendamping seperti Marine Stewardship Council (MSC), Sustainable Fisheries Partnership, dan LINI. Agenda utama pertemuan tersebut adalah penyerahan dana simbolis dari Ocean Stewardship Fund (OSF) kepada ATLI oleh MSC Indonesia sebagai bentuk dukungan untuk mempercepat implementasi program perbaikan perikanan menuju keberlanjutan.

Inisiatif global OSF dari MSC bertujuan untuk mendukung transisi perikanan menuju standar keberlanjutan MSC. Dana ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas pemangku kepentingan lokal di Indonesia untuk meningkatkan tata kelola perikanan, termasuk dalam pemantauan, pengumpulan data ilmiah, dan pengelolaan sumber daya ikan berbasis ekosistem dan bukti ilmiah. Pada tahun ini, satu perikanan dan dua mahasiswa pascasarjana dari Indonesia menerima pendanaan.

Perikanan tuna longline yang diawasi oleh ATLI di Samudera Hindia menerima dukungan dana untuk proyek peningkatan program observer guna memperkuat pemantauan dan keberlanjutan perikanan tuna dan ikan pedang Indonesia. Dwi menyatakan bahwa dukungan OSF ini membantu dalam proses perjalanan FIP Tuna Longline Indonesia menuju sertifikasi MSC, yang bukan hanya meningkatkan daya saing ekspor produk tuna nasional, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha lokal.

Pertemuan koordinasi ini memberikan kesempatan untuk merefleksikan capaian dari FIP serta mendiskusikan langkah-langkah strategis ke depan, termasuk dalam sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah pusat dan daerah. ATLI juga mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang dalam mendukung perikanan tuna Indonesia yang bertanggung jawab dan lestari. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis data, diharapkan perikanan tuna longline Indonesia dapat memenuhi standar internasional dan memberikan dampak positif bagi ekosistem dan komunitas pesisir.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer