Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan memberikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut atas keberhasilan mereka dalam mencegah penyelundupan 2,061 ton narkoba melalui jalur laut di Kepulauan Riau. Menurut Menko Polkam, TNI AL telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjaga perbatasan laut dari ancaman yang dapat membahayakan. Upaya yang dilakukan oleh TNI AL ini juga dianggap sebagai bukti nyata dari komitmen pemerintah dalam memerangi narkoba yang dianggap sebagai ancaman serius bagi masa depan bangsa dan generasi muda Indonesia.
Menko Polkam, yang juga bertanggung jawab atas Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba, menegaskan bahwa keberhasilan TNI AL mencerminkan sinergi terpadu antara instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba. Dia menyebutkan bahwa kolaborasi yang terbangun saat ini adalah contoh nyata dari kerjasama yang efektif. Dengan langkah-langkah yang tegas dan terarah, ia percaya bahwa Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi ancaman narkotika.
Walau begitu, Menko Polkam juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba bukanlah tugas yang dapat dilakukan oleh satu lembaga atau institusi saja, melainkan merupakan tugas bersama yang membutuhkan keterlibatan dari seluruh elemen terkait. Ia menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan, edukasi, dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari penegakan hukum yang tegas dan terukur. Keberhasilan TNI AL dalam menggagalkan penyelundupan narkoba ini merupakan hasil dari kerjasama yang solid antara lembaga terkait. Pada akhirnya, penumpasannya dilakukan oleh TNI AL bersama dengan pihak lain pada tanggal 20 Mei.








