Peningkatan partisipasi perempuan di berbagai sektor merupakan kunci kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI periode 2014-2024, Retno Marsudi. Retno mengungkapkan pentingnya menciptakan ekosistem yang memberi kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam Asia Grassroots Forum 2025 di Nusa Dua, Bali. Dalam forum tersebut, ia menyoroti tantangan yang dihadapi oleh perempuan, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik. Meskipun terdapat beberapa perbedaan gender, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan sekitar enam hingga sepuluh persen, partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi baru mencapai 60 persen dan di bidang politik hanya 22,5 persen. Oleh karena itu, Retno menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan peran mereka dalam mendorong perekonomian negara dan mengatasi kesenjangan gender. Data dari Kementerian UMKM menunjukkan bahwa lebih dari 64 persen dari 65 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, sehingga pihak terkait, termasuk pelaku usaha rintisan, perlu mendukung partisipasi perempuan dalam sektor UMKM. Selain itu, partisipasi perempuan dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) juga masih rendah, yakni sekitar 35 persen. Retno juga menyoroti kurangnya perempuan yang menduduki posisi petinggi (CEO) di Indonesia. Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan partisipasi perempuan, Retno mendorong pembentukan ekosistem yang inklusif dan berkesetaraan gender untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.








