Zona hadal, dengan kedalaman lebih dari 6.000 meter di bawah permukaan laut, menjadi rumah bagi makhluk laut yang misterius dan menarik perhatian peneliti. Baru-baru ini, tim peneliti dari China melakukan penelitian terhadap ikan siput laut hadal, atau Pseudoliparis swirei, untuk mengungkap rahasia bagaimana mereka beradaptasi dengan tekanan ultratinggi di lingkungan laut dalam. Sebagai salah satu makhluk vertebrata paling dalam di Bumi, ikan ini menjadi fokus para ilmuwan hayati untuk memahami cara bertahan hidup di zona hadal yang ekstrem.
Zona hadal sendiri merupakan wilayah palung laut atau patahan samudra yang dicirikan oleh suhu rendah, kegelapan total, tekanan tinggi, serta keterbatasan sumber makanan. Meskipun dianggap sebagai lingkungan yang tidak mendukung kehidupan, ikan siput laut hadal berhasil ditemukan di berbagai zona hadal, bahkan pada kedalaman lebih dari 8.000 meter di bawah permukaan laut. Dengan bentuk tubuh mirip berudu dan warna pucat hampir transparan, ikan ini memiliki adaptasi unik seperti hilangnya gelembung renang dan struktur tulang rawan yang tahan terhadap tekanan tinggi.
Penelitian menggunakan teknologi pengurutan genom membawa terungkapnya fakta menarik mengenai adaptasi ikan siput laut hadal terhadap lingkungan mereka. Temuan mengenai kandungan polutan organik sintetis yang tinggi di jaringan hati ikan ini menjadi peringatan akan dampak aktivitas manusia terhadap kehidupan di zona terdalam Bumi. Selain itu, lapisan zat transparan yang kaya akan kolagen di bagian luar tubuh ikan membantu menjaga homeostasis dan stabilitas di lingkungan laut dalam.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang adaptasi makhluk laut dalam di zona hadal. Di masa depan, diharapkan semakin banyak rahasia terungkap mengenai kehidupan di kedalaman lautan yang menjadi misteri bagi banyak orang.








