Saturday, December 13, 2025
HomeHukumProfil dan Jejak Karir Iwan Setiawan Lukminto: Mantan Dirut PT Sritex

Profil dan Jejak Karir Iwan Setiawan Lukminto: Mantan Dirut PT Sritex

Iwan Setiawan Lukminto, sosok arsitek kesuksesan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), sedang menjadi sorotan publik setelah penangkapannya oleh Kejaksaan Agung. Penangkapan ini terkait dugaan korupsi dalam pemberian kredit bank kepada PT Sritex, perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang didirikan oleh ayahnya, Lukminto. Iwan lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 24 Juni 1975, sebagai putra dari Lukminto, pendiri Sritex. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Amerika Serikat dan meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis dari Suffolk University, Boston, pada tahun 1997. Iwan mulai karirnya di Sritex sebagai Asisten Direktur pada tahun 1997, dan naik jabatan menjadi Wakil Direktur Utama pada tahun 1999. Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama hingga Maret 2023, sebelum beralih menjadi Komisaris Utama Sritex Group hingga tahun 2025.

Tahun 2013 menjadi penting bagi Sritex ketika perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SRIL. Selain memperluas pasar domestik, Sritex juga menjadi pemasok seragam militer terbesar, termasuk untuk tentara NATO dan Jerman. Perusahaan ini juga pernah memasok bahan seragam untuk beberapa entitas dan mengekspor produknya ke Filipina. Bahkan, pada masa pandemi, Sritex berhasil memproduksi masker sebanyak 45 juta dalam tiga minggu. Selain Sritex, Iwan juga aktif di berbagai organisasi nasional, termasuk menjadi Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) pada tahun 2020-2021. Ia juga terlibat dalam berbagai asosiasi dan organisasi dengan peran yang signifikan di dunia bisnis dan olahraga.

Meskipun prestasi dan kekayaan yang diakui secara internasional, karier Iwan mulai meredup setelah ditangkap oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit bank kepada Sritex yang merugikan keuangan negara. Kejaksaan Agung menganggap kasus ini penting karena kredit tersebut diberikan oleh perbankan milik negara, menimbulkan potensi kerugian negara, dan dilakukan dengan melanggar SOP bank. Bagi industri tekstil di Indonesia, Iwan Setiawan Lukminto telah menjadi figur sejarah yang berhasil membawa perusahaan keluarganya ke pasar global dan meningkatkan reputasi industri tekstil nasional. Meskipun demikian, saat ini PT Sritex telah dinyatakan pailit dan berhenti operasi sejak tahun 2025, dengan kasus hukum yang menjeratnya atas kasus korupsi yang melibatkan perusahaan dan dirinya sebagai mantan Direktur Utama.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer