Manchester United dalam situasi sulit pasca kekalahan dari Tottenham Hotspur dalam final Liga Europa. Pelatih klub, Ruben Amorim, menyadari bahwa timnya membutuhkan pemain yang cepat, kuat, dan atletis untuk memperkuat lini tengah. Dengan hanya mencetak 42 gol dalam 37 pertandingan, United menghadapi musim terburuk dalam sejarahnya. Kekalahan ini juga berdampak pada potensi keuangan klub, yang kehilangan kemungkinan pemasukan sebesar 100 juta poundsterling jika lolos ke Liga Champions.
Meskipun mengalami kesulitan, klub memberikan dukungan penuh kepada Amorim untuk merombak skuad. Langkah pertama adalah mendekati kesepakatan transfer senilai 62,5 juta poundsterling untuk mendatangkan Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers. Selain itu, United juga tertarik merekrut Liam Delap dari Ipswich Town, meski Chelsea dilaporkan juga mengincar pemain tersebut.
Amorim menekankan pentingnya memperkuat lini tengah, karena para gelandang saat ini belum mampu mengimbangi intensitas permainan lawan. Sejak akhir Januari, United hanya mampu mengalahkan dua tim yang terdegradasi di liga. Hal ini menunjukkan kelemahan mereka dalam kompetisi domestik, dan jika performa tidak meningkat, klub bisa berada di posisi terburuk sejak degradasi pada 1973-74. Itulah tantangan besar yang dihadapi oleh Amorim dalam membangun kembali kejayaan Manchester United.








