Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Rosatom menawarkan teknologi nuklir modular terapung yang dianggap relevan dengan kebutuhan energi Indonesia ke depan, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik nasional. Eddy percaya bahwa energi nuklir akan menjadi opsi penting dalam beberapa tahun mendatang ketika sumber energi terbarukan di Pulau Jawa sudah habis. Teknologi nuklir yang dikembangkan oleh Rosatom dianggap aman dan sudah memenuhi standar keamanan global, dengan teknologi Generasi III+. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang energi, tetapi juga transfer pengetahuan dan inovasi pada SDM Indonesia. Melalui kerja sama ini, Indonesia diharapkan tidak tertinggal dalam transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan. Pertemuan antara Eddy Soeparno dengan First Deputy CEO Rosatom Kirill Komarov dilakukan dalam Kongres Ekologi Internasional Nevsky XI, di mana Rosatom memperkenalkan teknologi nuklir modular terapung sebagai terobosan terbaru dalam pengembangan energi terbarukan.








