Jannik Sinner menutup karir Richard Gasquet di Roland Garros setelah mengalahkan petenis Prancis itu dengan skor 6-3, 6-0, 6-4 untuk melangkah ke babak ketiga. Gasquet, yang berusia 38 tahun, tidak mampu mengikuti pukulan keras dan akurasi Sinner sepanjang pertandingan yang berlangsung selama satu jam 58 menit. Dengan kemenangan ini, Sinner memperpanjang rangkaian kemenangannya di Grand Slam menjadi 16 pertandingan, menjadikannya pria pertama yang lahir pada 1990 atau setelahnya yang mencapai pencapaian tersebut.
Kedua petenis memiliki hubungan yang baik di luar lapangan, meskipun berbeda generasi. Gasquet, sebagai juara tur 16 kali, berhasil mencatatkan satu-satunya kemenangan atas petenis nomor 1 dunia di Monte Carlo pada 2005. Kemenangan ini menjadi momen yang dicatat Sinner, yang mencoba mencapai gelar juara tunggal putra Italia pertama sejak 1976.
Sinner akan bertemu Jiri Lehcka di babak ketiga setelah Lehcka mengalahkan Alejandro Davidovich Fokina di putaran sebelumnya. Meskipun Gasquet mengakhiri karirnya dengan pertandingan melawan petenis nomor 1 dunia, ia meninggalkan jejak sebagai salah satu petenis Prancis dengan kemenangan terbanyak di era Open. Sementara itu, Sinner menunjukkan peningkatan performa di Roland Garros dan berambisi mencapai semifinal lagi setelah tahun lalu kalah dari Carlos Alcaraz. Hal ini membuktikan betapa pentingnya turnamen ini bagi Sinner, yang berjanji untuk terus bertarung keras di lapangan tenis.








