Sunday, October 11, 2026
HomeIndonesiaErick Thohir Berkeinginan Menghapus Xenofobia dari Suporter Timnas

Erick Thohir Berkeinginan Menghapus Xenofobia dari Suporter Timnas

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, berharap agar tidak terjadi aksi xenofobia dari suporter saat Timnas Indonesia menghadapi China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Kamis (5/6) pukul 20.45 WIB. Hal ini dilakukan agar kejadian negatif yang terjadi saat pertandingan melawan Bahrain pada bulan Maret lalu tidak terulang kembali. Pada pertandingan tersebut, suporter Indonesia melakukan tindakan yang berlebihan, tindakan rasisme, atau xenofobia, sehingga membuat FIFA memberikan denda sekitar Rp 400 juta dan mengurangi jumlah penonton sebesar 15 persen.

Erick menekankan pentingnya menjadi tuan rumah yang baik dengan menerima suporter dari berbagai negara dengan sikap yang positif, seperti yang telah ditunjukkan dalam pertandingan melawan Arab Saudi, Jepang, Australia, dan Bahrain sebelumnya. Dia juga berharap suporter timnas memberikan dukungan positif dengan menciptakan tifo kreatif, seperti tifo Gundala saat melawan Jepang dan tifo Garuda “Show Your Dignity” saat melawan Bahrain.

Dalam pertandingan mendatang, diperkirakan sekitar 3.000 suporter China akan hadir di SUGBK, sementara suporter Indonesia diharapkan juga akan memenuhi stadion setelah tiket terjual habis. Tim Garuda akan menjalani dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C melawan China dan Jepang. Setelah pertandingan melawan China, Indonesia akan berangkat ke Jepang untuk menghadapi tim kuat Asia tersebut.

Indonesia saat ini berada di posisi keempat klasemen sementara dengan total sembilan poin, unggul tiga poin dari Bahrain dan China yang berada di posisi kelima dan keenam. Mereka tertinggal satu poin dari Arab Saudi di posisi ketiga, empat poin dari Australia di posisi kedua, dan 11 poin dari Jepang yang berada di posisi pertama. Erick Thohir sendiri optimis dengan kinerja timnas Indonesia dalam melawan China dan berharap agar tidak ada lagi insiden diskriminasi seperti rasisme atau xenofobia yang terjadi di pertandingan sebelumnya.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer