OJK tengah meninjau 28 perusahaan yang telah mengajukan pernyataan pendaftaran untuk Initial Public Offering (IPO) saham di pasar modal Indonesia. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, ada lima perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan efektif atas IPO saham dengan total nilai emisi mencapai Rp3,23 triliun dari awal tahun 2025 hingga Mei 2025. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mencatat 20 perusahaan dalam antrean untuk meluncurkan IPO. Dari jumlah tersebut, tujuh perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, sebelas perusahaan beraset di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua perusahaan beraset di bawah Rp50 miliar. Hingga Mei 2025, 14 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp701 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, juga menyebut bahwa dari 20 perusahaan dalam antrean IPO, beberapa di antaranya berasal dari sektor keuangan, barang konsumen primer dan non primer, transportasi, logistik, kesehatan, energi, teknologi, dan barang baku. Upaya IPO ini diyakini dapat meningkatkan skala bisnis perusahaan kecil dan menengah serta membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.








