Khoirudin, Ketua DPRD DKI Jakarta, menyoroti pentingnya melestarikan budaya Betawi dalam pendidikan formal di sekolah sehingga tidak hanya menjadi bagian dari acara seremonial belaka. Menurutnya, sekolah memiliki peran sebagai agen perubahan sosial yang menentukan keberlanjutan budaya Betawi melalui pembelajaran kepada generasi muda. Khoirudin juga menyatakan kesiapannya untuk berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta guna membahas lebih lanjut pengintegrasian budaya Betawi ke dalam kurikulum sekolah.
DPRD DKI sedang membahas sejumlah rancangan peraturan daerah, namun belum termasuk pembahasan Pemajuan Kebudayaan Betawi. Meskipun begitu, Prioritasnya adalah memasukkan Raperda Pemajuan Kebudayaan Betawi untuk dibahas dalam rapat paripurna. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa pelestarian dan pengembangan Budaya Betawi menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter serta daya tarik Jakarta di tingkat internasional. Hal ini dianggap sebagai bagian yang penting dalam pembangunan kebudayaan Jakarta sebagai kota pusat pertemuan beragam budaya nusantara.
Untuk mewujudkan upaya tersebut, akan disusun Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Jakarta sebagai panduan strategis dalam RPJMD. Semua upaya ini bertujuan untuk memperkaya keberagaman budaya di Jakarta dan tetap melestarikan warisan budaya Betawi. Semoga dengan langkah-langkah tersebut, budaya Betawi dapat tetap hidup dan berkembang serta memberikan kearifan lokal yang berharga bagi generasi mendatang.








