Warga Jakarta yang telah memperoleh ijazah melalui program pemutihan ijazah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki harapan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Salah satu warga, Arif, mengungkapkan keinginannya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik setelah berhasil memperoleh ijazah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menggantikan penggunaan ijazah SMP di tempat kerjanya saat ini di Jakarta Utara. Arif mengucapkan terima kasih atas program pemutihan ijazah yang sangat membantunya karena biaya yang tinggi membuat orang tuanya tidak mampu menebus ijazah tersebut.
Di sisi lain, seorang ibu yang berhasil mengambil ijazah anaknya melalui program pemutihan juga merasa terbantu, meskipun masih ada beberapa biaya yang belum terpenuhi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berharap bahwa program pemutihan ijazah ini dapat diselesaikan pada tahun 2025 dengan sisa lebih dari 6.000 ijazah yang masih ditahan. Pada tahap ketiga penyerahan bantuan pemutihan ijazah di SMK Miftahul Falah Jakarta Selatan, sebanyak 827 ijazah dari jenjang SMP dan SMK diserahkan melalui kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Baznas Bazis. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga Jakarta untuk memiliki ijazah yang diakui secara resmi dan membantu meningkatkan kesempatan dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.








