Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tutup melemah pada Selasa sore, dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China. IHSG turun 20,25 poin atau 0,95 persen menjadi 7.044,82, sedangkan indeks LQ45 turun 1,03 poin atau 0,13 persen ke 794,92. Sentimen negatif ini juga disebabkan oleh kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekonomi domestik. Para pelaku pasar juga menantikan komentar dari pejabat Bank Sentral AS dan data mingguan cadangan minyak strategis AS. Di sisi lain, pelaku pasar dalam negeri menantikan peluncuran paket stimulus ekonomi dari pemerintah. Dalam perdagangan saham, saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain TMPO, AXIO, ZYRX, FAST, dan PSAB, sementara saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah BAJA, SMIL, RMKO, AYLS, dan PEHA. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.256.156 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,85 miliar lembar saham senilai Rp14,49 triliun. Di pasar saham regional Asia, indeks Nikkei melemah, sementara indeks Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times menguat.








