Pada penutupan pasar sore, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat dipengaruhi oleh tren pelemahan index dolar AS serta ketidakpastian kebijakan tarif dari Presiden Trump. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa situasi ini terkait dengan permintaan Pemerintah AS kepada Pengadilan Banding AS untuk membatalkan keputusan terbaru terkait tarif AS yang dianggap melanggar hukum. Hal ini juga terkait dengan perselisihan antara AS dan China terkait pelanggaran perjanjian perdagangan yang dicapai sebelumnya. Karena kondisi ini, dikhawatirkan bahwa tidak akan ada kesepakatan perdagangan yang berkelanjutan dalam waktu dekat. Di sisi domestik, pasar keuangan Indonesia juga masih dalam keadaan volatile yang dipengaruhi oleh penipisan data surplus perdagangan Indonesia. Meskipun nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru melemah. Hal ini mencerminkan situasi ekonomi global yang tidak pasti dan masih dalam tahap fluktuasi.








