Pada tahun lalu, fenomena tech winter sempat mempengaruhi target pasar perusahaan modal ventura di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa seiring dengan fenomena tersebut, banyak perusahaan modal ventura mulai beralih dan menargetkan sektor riil sebagai pasangan usaha. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, serta Lembaga Keuangan Mikro dan lainnya (PVML) OJK, Agusman, pergeseran ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perkembangan industri modal ventura di masa depan.
Data OJK menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan modal ventura per April 2025 mencapai 1,04 persen year on year (yoy) dengan nilai pembiayaan mencapai Rp16,49 triliun. Sektor ekonomi terbesar yang mendapatkan pembiayaan dari perusahaan modal ventura antara lain perdagangan, informasi dan komunikasi, penyewaan, keuangan, serta aktivitas rumah tangga.
Agusman menyoroti potensi program pemerintah untuk memperkuat industri modal ventura melalui dukungan ekosistem dan insentif. Dengan pesatnya perkembangan digital di Indonesia, sektor-sektor yang mengandalkan digitalisasi memiliki peluang besar untuk mendapatkan pendanaan dari perusahaan modal ventura.
OJK juga memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan/modal ventura sebesar 3,72 persen secara tahunan berdasarkan Rencana Bisnis Tahunan (RBT) Perusahaan Modal Ventura periode 2025. Dengan adanya pergeseran target pasar dan dukungan program pemerintah, diharapkan industri modal ventura dapat terus berkembang di masa mendatang.








