Saturday, October 10, 2026
HomeBisnisOptimalkan distribusi jagung dari sentra ke wilayah defisit

Optimalkan distribusi jagung dari sentra ke wilayah defisit

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong distribusi jagung dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, khususnya dari petani di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke sentra peternakan layer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan bahwa pengiriman jagung tahap pertama dari NTB ke wilayah Jawa Timur telah selesai dilaksanakan. Pengiriman ini dilakukan menggunakan kapal tongkang berkapasitas 225 ton dari Pelabuhan Bima menuju Pelabuhan Kalimas, Surabaya.

Selain itu, pengiriman tahap kedua sebanyak 240 ton dan tahap ketiga dengan muatan 330 ton juga telah dilakukan. Semua pengiriman dilakukan dalam skema bisnis antara petani jagung dan peternak layer yang difasilitasi oleh Bapanas untuk memperkuat rantai pasok jagung nasional. Total pasokan jagung peternak NTB yang difasilitasi mencapai 795 ton. Mobilisasi jagung dari daerah surplus ke daerah defisit sudah menjadi upaya rutin yang dilakukan oleh Bapanas untuk menjaga keterjangkauan pangan.

Badan Pangan Nasional telah konsisten melakukan fasilitasi distribusi jagung sejak tahun 2022 untuk memastikan pasokan bahan baku pakan terjaga dan harga tetap stabil. Berdasarkan data proyeksi produksi jagung, NTB termasuk salah satu daerah produsen tertinggi secara nasional. Harga jagung pipilan kering di tingkat petani NTB juga terpantau mulai mengalami kontraksi sejak bulan April, namun belakangan harga mulai mengalami sedikit peningkatan. Bapanas berkomitmen untuk terus membantu petani jagung NTB dengan melanjutkan akselerasi distribusi jagung secara bisnis antara petani dan peternak layer.

Selain melalui jalur laut, distribusi jagung juga dilakukan melalui jalur darat, meskipun menghadapi kendala terbatasnya armada dan biaya pengiriman. Bapanas bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung penyediaan armada dan efisiensi biaya distribusi. Distribusi jagung lintas wilayah Jawa Timur dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan ternak, terutama bagi peternak layer di Pulau Jawa. Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga pasokan pakan ternak dan menstabilkan harga telur ayam ras di pasar.

Source link

RELATED ARTICLES
spot_img

Paling Populer