Ibadah kurban merupakan salah satu amalan penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha. Perintah untuk berkurban tercantum dalam beberapa ayat Al Quran, yang menekankan pentingnya pengorbanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan demikian, berikut ini lima ayat Al Quran yang memuat perintah tersebut. Ayat-ayat ini menjadi dasar pelaksanaan ibadah kurban dalam syariat Islam, yang menunjukkan betapa besarnya nilai pengorbanan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ayat pertama adalah Surat Al-Kautsar Ayat 2 yang secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan salat dan berkurban sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Kata “wanhar” dalam ayat ini berarti menyembelih hewan kurban, yang menunjukkan pentingnya ibadah kurban dalam Islam.
Ayat kedua adalah Surat Al-Hajj Ayat 28 yang menekankan pentingnya menyebut nama Allah saat menyembelih hewan kurban dan menganjurkan untuk berbagi daging kurban dengan fakir miskin, sehingga ibadah kurban juga memiliki dimensi sosial.
Ayat ketiga adalah Surat Al-Hajj Ayat 34 yang menunjukkan bahwa ibadah kurban telah disyariatkan kepada umat-umat terdahulu sebagai bentuk pengabdian dan pengakuan atas keesaan Allah SWT.
Ayat keempat adalah Surat Al-Hajj Ayat 36 yang menjelaskan tata cara penyembelihan hewan kurban dan menganjurkan untuk membagikan dagingnya kepada orang-orang yang membutuhkan, memperkuat aspek sosial dari ibadah kurban.
Ayat kelima adalah Surat As-Saffat Ayat 102 yang mengisahkan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS, terhadap perintah Allah SWT. Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban dalam Islam, menggambarkan pengorbanan dan kepatuhan total kepada kehendak Allah.
Kelima ayat tersebut menegaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya ritual penyembelihan hewan, tetapi juga merupakan simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui ibadah ini, umat Islam diajarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbagi dengan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.








